Intrupsi “Kapita Banau”mewarnai Rapat Paripurna DPRD Halbar

Intrupsi “Kapita Banau”mewarnai Rapat Paripurna DPRD Halbar

Views: 12

Hobersnews, Jailolo– Rapat Paripuna Ke-10 Masa Persidangan III tahun 2025 dengan Agenda pengambilan keputusan DPRD terhadap rancangan peraturan daerah Kabupaten Halmahera Barat tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Derah Tahun 2026 menjadi peraturan daerah pada Kamis (4/12/2025) diwarnai intrupsi.

Salah satu intrupsi menarik datang dari salah satu Anggota DPRD Fraksi Demokrat yaitu Fahmi Albar yang mengingatkan kembali kepada unsur eksekutif yang dihadiri oleh Wakil Bupati Halbar Jufri Muhammad dan seluruh Pimpinan Dewan dan Anggota sebanyak 23 anggota yang hadir agar di Tahun 2026 nanti perjuangan pengusulan Kapita Banau menjadi Pahlawan Nasional dapat dituntaskan.

“Saya intrupsi pimpinan sidang! Sedikit saja, saya mau mengingatkan kita semua bahwa perjuangan pengusulan Sultan Banau sudah lama, mulai dari Tahun 2021 sampai sekarang belum tuntas. Tidore saja sudah 2 pahlawan nasional bahkan mau ke 3 pahlawan nasional yang akan diusulkan lagi, tapi kita Halbar, satu saja sampai sekarang belum tuntas”, tegas Fahmi.

Apa yang disampaikan Anggota DPRD dari partai Demokrat ini beralasan, sebab akhir-akhir ini perjuangan panjang pengusulan kapita Banau menjadi pahlawan Nasional mulai redup dan kekurangan “power” ke ranah Nasional.

Usai rapat paripurna, Fahmi mantan pengurus HMI kepada awak media menambahkan bahwa dialah satu-satunya pemuda Halbar yang terus getol dengan komitmen yang kuat terus mendorong agar “Kapita Banau” ini terus diperjuangkan untuk menjadi Pahlawan Nasional.

“Seminar-seminar sudah, kajian akademispun sudah sketsa wajah sudah diterima pihak keluarga, kenapa kita harus diam?”, pemerintah daerah harus terus mendukung perjuangan ini”,  timpal Fahmi.

Memang seperti kita ketahui bersama bahwa upaya formal pengusulan Banau sebagai Pahlawan Nasional sudah dimulai secara sistematis: pada 21 Juni 2022, Pemda Halmahera Barat bersama tim akademisi dari Universitas Khairun (Unkhair) dan ahli waris menyetujui sketsa wajah dan identitas Banau sebagai bagian dari persyaratan administratif pengajuan gelar.

Seminar-seminar yang telah dilakukan banyak mengulas bahwa perjuangan Banau direkam sebagai bagian dari “jalan panjang menuju gerbang kepahlawanan nasional” — menunjukkan konsistensi gerakan masyarakat dan akademisi untuk mengangkat namanya ke tingkat nasional.

Sementara itu, Ketua STPK Banau (Abdurahman Hoda)  yang hadir pada kegiatan Paripurna DPRD itu, ketika dihubungi awak media mengatakan bahwa Perjuangan untuk menjadikan Kapita Banau sebagai Pahlawan Nasional merupakan cerminan ikhtiar kolektif masyarakat Halmahera Barat dalam merawat sejarah, identitas, dan harga diri daerah. Banau bin Alum bin Abdul Gani—sebagai tokoh yang dikenal memperjuangkan kedaulatan wilayah Jailolo serta membela rakyat dari tekanan kekuasaan kolonial—hadir bukan hanya sebagai sosok historis, tetapi simbol perlawanan dan keteguhan orang Halmahera.

“ Saya melihat sebagian besar bukti mengenai Banau bersifat sejarah lisan dan catatan kolonial Belanda yang memandang peristiwa sebagai “pemberontakan”, ada tantangan dalam pendokumentasian karena  tidak selalu tersedia dokumen resmi, data akurat tentang tanggal lahir, maupun naskah akademik yang diakui secara universal, ini menjadi tantangan besar yang harus kita cari solusinya”, tutur Hoda.

Perjuangan ini tidak boleh berhentui disinii, lebih juah disampaikan Ketua STPK Banau,  bahwa perjuangan mengusulkan Kapita Banau sebagai Pahlawan Nasional merupakan perjalanan panjang yang menunjukkan betapa kuatnya tekad masyarakat Halmahera Barat dalam membela nilai sejarah.” Ini adalah gerakan yang lahir dari kesadaran identitas—bahwa leluhur yang memperjuangkan marwah rakyatnya layak mendapatkan pengakuan tertinggi dari bangsa”, pungkas Hoda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *