Cita Rasa Ramadhan di Jailolo: Dari Es Buah hingga Gohu Ikan
Views: 14
Jailolo, HN,- Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah yang jatuh tanggal 18 Februari (menunggu isbat pemerintah), di Jailolo suasana akan terasa lain, waktu berbuka puasa adalah momen di mana kekayaan alam pulau yang terkenal dengan Festival Teluk Jailolo ini tersaji di atas meja. Jika di daerah lain takjil didominasi oleh gorengan biasa, Jailolo punya deretan hidangan khas yang sulit ditemukan di tempat lain.

Saat dekat waktu berbuka, berbagai takjil diatur berjejer sepanjang jalan depan Mesjid Sigi Lamo, desa Gufasa, Kecamatan Jailolo. Bagi pedagang dan umkm, moment seperti ini selalu ditunggu. Pendapatan dari jualan hidangan berbuka saat ramadhan bisa 3 kali bahkan ada yang 4 kali lipat dibandingkan dengan hari biasa. Bagi pedagang takjil bulan ramadhan memang benar-benar membawa rahmat dan berkah bagi mereka. Mulai dari minuman segar, hingga makanan berat menjadi langganan saat ramadhan tiba. Seperti es buah, minuman ini adalah “raja” di setiap meja berbuka. Campuran berbagai buah, pepaya, nangka, kelapa muda yang diramu dengan sedikit sirup dan susu lalu ditambahkan pecahan es, merupakan minuman favorit dikala berbuka. Komposisi kelapa muda yang lebih dominan dari campuran lain memberikan cita rasa yang berbeda dengan es buah di tempat lain.
Bukan Cuma es buah, ada juga minuman penghangat tubuh dikala musim hujan yaitu air guraka. Air Guraka adalah simbol kehangatan Jailolo. Bahan utamanya Jahe (guraka) yang direbus dengan gula merah dilengkapi dengan taburan irisan biji kenari di atasnya. Kenari memberikan tekstur gurih dan creamy yang kontras dengan pedasnya jahe. Minuman ini sangat efektif untuk memulihkan energi dan menghangatkan perut setelah seharian berpuasa.

Sebagai kota kepulauan, menu utama berbuka atau sahur pasti melibatkan hasil laut: Gohu Ikan: Sering disebut sebagai “Sashimi-nya Maluku Utara”. Terbuat dari tuna atau cakalang mentah yang dipotong dadu, lalu dicampur dengan perasan lemon cui, garam, tumisan bawang merah, cabai, dan (lagi-lagi) taburan kenari sangrai. Rasanya segar, asam, dan pedas. Ada juga Ikan Asar: Ikan cakalang yang diasap hingga aromanya meresap kuat. Sangat nikmat disantap dengan nasi hangat dan colo-colo (sambal khas Maluku Utara).
Kuliner Ramadan di Jailolo bukan hanya soal rasa, tapi soal bagaimana masyarakatnya menghargai hasil tanah dan laut mereka. Setiap tegukan Air Guraka atau gigitan Gohu Ikan membawa kita pada memori panjang Jailolo sebagai pusat rempah.
Berikut kami sajikan resep pembuatan air guraka dan Gohu Ikan:
Resep 1: Air Guraka (Minuman Jahe Kenari)
Ini adalah minuman wajib saat berbuka. Sensasi pedas jahe yang bertemu dengan gurihnya kenari sangat ikonik.
Bahan-bahan:
- 250 gram jahe (guraka), bakar sebentar lalu memarkan/geprek.
- 150 gram gula merah/gula aren, sisir halus.
- 1 liter air.
- 2 lembar daun pandan, ikat simpul.
- 1 batang kayu manis (opsional, untuk aroma lebih kuat).
- 100 gram biji kenari kupas, sangrai lalu iris kasar atau biarkan utuh.
Cara Membuat:
- Rebus air bersama jahe yang sudah digeprek, daun pandan, dan kayu manis hingga mendidih dan aromanya keluar.
- Masukkan gula merah, aduk hingga larut sempurna. Kecilkan api dan biarkan meresap selama 10-15 menit.
- Saring air rebusan ke dalam gelas saji.
- Sentuhan Akhir: Taburkan biji kenari sangrai di atasnya saat masih panas. Kenari akan mengapung dan memberikan tekstur “krenyes” saat diminum.
Resep 2: Gohu Ikan (Sashimi Ternate)
Gohu Ikan biasanya menjadi penggugah selera makan setelah seharian berpuasa karena rasanya yang asam-pedas-segar.
Bahan-bahan:
- 300 gram ikan Tuna atau Cakalang segar (pilih kualitas terbaik/fresh).
- 5 buah lemon cui (jeruk kunci/limau), ambil airnya.
- 1 sdt garam.
- 5 siung bawang merah, iris tipis.
- 10 buah cabai rawit (sesuai selera), iris kecil.
- 1 ikat kemangi, ambil daunnya.
- 50 gram kacang tanah atau kenari sangrai, tumbuk kasar.
- 3 sdm minyak kelapa panas (minyak kampung lebih nikmat).
Cara Membuat:
- Potong daging ikan mentah berbentuk dadu kecil. Cuci bersih dan tiriskan.
- Lumuri ikan dengan garam dan perasan lemon cui. Aduk rata. Ikan akan berubah warna menjadi agak pucat karena “dimasak” oleh asam jeruk.
- Masukkan irisan bawang merah, cabai rawit, dan daun kemangi.
- Siram dengan minyak kelapa yang benar-benar panas. Ini adalah kunci agar aroma bawang dan cabai “pecah”.
- Taburkan kacang tanah atau kenari sangrai di atasnya. Sajikan segera!
