Antara Amanah dan Perpisahan

Antara Amanah dan Perpisahan

Views: 50

Oleh: AAHoda

Hari ini tepatnya Jumat 27/2/2026, hati saya dipenuhi perasaan yang campur aduk. Hidup menunjukkan dua wajahnya sekaligus: ada yang memulai langkah baru dalam pelantikan, dan ada yang menyelesaikan langkahnya di dunia dalam sebuah kehilangan.

Melihat pelantikan pejabat baru Dr. Irfan Zam Zam, S.E., M.Sc., Ak sebagai Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum; Ir. Lily Ishak, M.Si., M.Nat.Res., Ph.D sebagai Dekan Fakultas Pertanian; Dr. Herman Darwis, S.E., M.SA., Ak sebagai Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI); Prof. Dr. Hamidin Rasulu, S.TP., M.P. sebagai Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM); serta Nurdin I. Muhammad, S.E., M.Si sebagai Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat adalah melihat tunas harapan. Jabatan itu sejatinya bukan sekadar kursi kekuasaan, melainkan titipan Tuhan yang sangat berat. Mari kita doakan agar mereka tidak hanya kuat memikul amanah, tapi juga selalu meletakkan nurani di atas kepentingan pribadi. Semoga pelayanan mereka menjadi ladang pahala yang terus mengalir.

Namun, kabar duka dari saudara kita  Almarhumah Aisjah Rahmawati Riyadin  seketika menjatuhkan kaki kita kembali ke bumi. Kehilangan ini adalah pengingat yang paling sunyi bahwa kita semua hanyalah peziarah. Tidak ada yang abadi; pangkat akan ditanggalkan, dan nama baiklah yang akan dikenang.

Dua peristiwa ini mengajarkan satu hal: Waktu adalah hadiah. Saat kita diberi kesempatan memimpin atau berkarya, lakukanlah dengan penuh kasih. Saat kita masih diberi napas, hargailah orang-orang di sekitar kita sebelum mereka menjadi kenangan.

Mari kita tundukkan kepala sejenak. Kirimkan doa tulus untuk saudara kita yang telah berpulang ke pelukan Sang Pencipta, dan berikan dukungan serta pengawasan bagi mereka yang baru saja mengemban tugas.

Sebab pada akhirnya, yang tersisa hanyalah seberapa besar manfaat yang kita bagi untuk sesama. Di antara gempita amanah baru dan sunyinya kehilangan, kita diajarkan satu hal: hargailah setiap napas dan sesama, sebelum segalanya menjadi kenangan yang tak terbeli sebab fajar pelantikan dan senja perpisahan. Sebuah pengingat bahwa jabatan adalah titipan, sementara kepulangan adalah kepastian.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *