GUBERNUR SHERLY DAN KEDUBES SPANYOL BICARA HILIRISASI REMPAH.

GUBERNUR SHERLY DAN KEDUBES SPANYOL BICARA HILIRISASI REMPAH.

Views: 3

HN, SOFIFI- Maluku Utara dan Spanyol memiliki historis yang panjang tentang rempah. Hubungan Maluku Utara dan Spanyol adalah gambaran nyata bagaimana kekayaan alam Maluku Utara (rempah-rempah) menjadi magnet yang menarik kekuatan global dan mengubah tatanan politik serta ekonomi lokal secara drastis.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda berkeinginan untuk mengangkat kembali kejayaan “Kepulauan Rempah” . Untuk merealisasi maksudnya itu, Sherly Tjoanda menjajaki kerja sama dengan Duta Besar Spanyol untuk Indonesia dalam pertemuan di Jakarta, Jumat, 21 November 2025. 
Pertemuan itu membuka peluang hilirisasi cengkeh dan pala dua komoditas historis yang selama ini masih dijual sebagai bahan mentah. Sherly mengatakan langkah menggandeng Spanyol bukan tanpa alasan. Negara itu memiliki keterikatan sejarah dengan Maluku Utara. 
Pertemuan itu dihadiri pula oleh Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Maluku Utara, Kris Samsuddin. Pemerintah provinsi menilai Spanyol adalah pintu masuk strategis untuk memperkenalkan Maluku Utara sebagai destinasi wisata tropis sekaligus sentra rempah yang memiliki nilai sejarah dunia.
“Kita mau cengkeh pala kita naik level menjadi end product langsung di konsumer, terutama masuk ke international market, khususnya Eropa dan Spanyol,” jelas Sherly pada awak media HN, Sabtu (29/11/2025).
Gubernur wanita pertama di Maluku Utara ini lebih lanjut mengatakan bahjwa pembicaraan dengan pihak Spanyol mencakup spesifikasi produk hingga preferensi konsumen di negara tersebut. “Saya berdiskusi seperti apa sih spesifikasi produk dan keinginan konsumen Spanyol. Kemudian kita dalam meracik produk yang kita rencanakan masuk ke international market itu, kita sesuaikan dengan mereka. Terutama cengkeh dan pala itu di sana dipakai buat apa,” paparnya.
Sherly menilai hilirisasi komoditas rempah menjadi produk jadi membuka peluang nilai tambah yang lebih besar bagi petani dan pelaku usaha di Maluku Utara. Selama ini, sebagian besar komoditas lokal masih dilepas sebagai raw material sehingga tidak memberi dampak signifikan bagi pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Selain rempah, sektor pariwisata ikut menjadi agenda penting dalam percakapan bilateral tersebut. Sherly mengajak Pemerintah Spanyol menjalin kolaborasi promosi dan pengembangan destinasi wisata Maluku Utara.

One thought on “GUBERNUR SHERLY DAN KEDUBES SPANYOL BICARA HILIRISASI REMPAH.

  1. Luar biasa terobosan yg di lakukan Gubernur Malut sekarang ini ibu Sherly Tjoanda punya pemikiran yg sangat luas untuk memajukan maluku utara, ini harus menjadi contoh pemimpin kedepan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *