AMPETRA Indonesia Hadir di Malut untuk Perjuangan Hak Penambang Rakyat

AMPETRA Indonesia Hadir di Malut untuk Perjuangan Hak Penambang Rakyat

Views: 55

Ternate, HN,- Asosiasi Masyarakat Penambang Tradisional (AMPETRA) Indonesia hadir di Maluku Utara untuk memperjuangkan hak, martabat, dan kepastian hukum bagi para penambang tradisional di seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Maluku Utara.

Hal ini disampaikan Ketua DPW AMPETRA Maluku Utara Dr (C) Julius Lobiua, SH, MH, pada kegiatan  sosialisasi organisasi yang digelar di ruang rapat Kantor SIH, Jalan Cempaka, Kelurahan Tanah Tinggi, Ternate, Sabtu (16/5/2026).

Juliuis yang  didampingi Wakil Ketua I Ampetra, Henny Sutan Muda, bersama jajaran pengurus wilayah dan kabupaten/kota se-Maluku Utara berharap agar  Asosiasi ini hadir dapat merespons terhadap berbagai persoalan yang sejak lama dihadapi masyarakat penambang, mulai dari ketidakjelasan regulasi, keterbatasan akses perizinan, hingga minimnya perlindungan hukum saat mereka menjalankan aktivitas ekonomi yang menjadi sumber utama penghidupan keluarga.

“ Organisasi ini hadir sebagai wadah perjuangan masyarakat penambang tradisional yang selama ini masih menghadapi persoalan legalitas dan kerap dicap sebagai pelaku tambang ilegal”, tegas Julius.

Candidat Doktor di bidang Hukum ini, saat menyampaikan sosialisasinya memaparkan rencana program kerja 100 hari yaitu memperjuangkan legalitas tambang rakyat, AMPETRA juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi bagi para anggotanya melalui pengembangan koperasi dan UMKM penambang.

Melalui skema tersebut, para penambang rakyat nantinya didorong masuk ke dalam badan koperasi agar lebih mudah memperoleh akses pembiayaan dari sektor perbankan dan yang tidak kalah menarik dari program 100 hari itu, ada  program pengadaan rumah bagi penambang rakyat. Koperasi yang terbentuk nantinya akan difasilitasi mendapatkan akses kredit perbankan sesuai kebutuhan anggota.

“Saya optimistis pengelolaan tambang rakyat yang legal dan tertata akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah karena meningkatnya daya beli masyarakat, membuka lapangan kerja, serta menjaga keberagaman budaya masyarakat adat yang secara turun-temurun hidup dari sektor pertambangan rakyat”, jelas Julius

Giat sosialisasi yang dilanjutkan dengan acara diskusi berlangsung dengan antusias peserta pengurus yang hadir baik DPW sendiri maupun beberapa DPD seperti dari Halut,  Taliabu, Halsel, Haltim dan Tidore Kepulauan dan Kota Ternate.  membawa harapan baru bagi para penambang tradisional di Maluku Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *